Paper Competition Metallurgy and Materials Weeks (MnM) 2013

Image

LATAR BELAKANG

Tak bisa dipungkiri, energi merupakan elemen vital pada peradaban manusia. Kemajuan peradaban selalu bisa direpresentasikan lewat jenis energi yang bisa dimanfaatkan pada zamannya. Permasalahan yang ada sekarang adalah kebutuhan energi akan terus meningkat dengan tidak disertai ketersediaan energi yang mumpuni. Seperti yang kita ketahui selama ini, energi paling banyak dihasilkan dari penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara yang notabene merupakan sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui.

Sebenarnya, sumber energi tidak hanya terletak di tangan minyak bumi dan batu bara. Semua fenomena alam seperti aliran air, cahaya matahari, ombak, arus laut, dan panas bumi bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi yang terbarukan. Sumber energi terbarukan ini adalah jawaban untuk mencapai sustainable energy di masa depan. Namun untuk mencapai jawaban itu, ada konsekuensi. Konsekuensinya adalah pengusaan teknologi lanjut dan teknologi material guna mendukung pemutakhiran sumber-sumber energi yang semula konvensional menjadi sumber energi yang terbarukan. Selain pemutakhiran sumber primer, pengembangan teknologi melalui inovasi material untuk peningkatan efisiensi proses/transimisi juga diperlukan.  Efisiensi mengacu pada penggunaan energi lebih sedikit untuk menghasilkan output yang sama. Kaitan hal ini lebih mencakup pada inovasi dalam hal teknologi rendah emisi dan irit bahan bakar.  Pengembangan ini memberikan solusi tepat guna mengurangi polusi lingkungan.

Sebagai salah satu konsumen energi tebesar di dunia, Indonesia harus mulai berbenah dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan Indonesia masih sangat bergantung pada energi konvensional dan belum menerapkan teknologi hemat bahan bakar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat bahwa konsumsi energi primer Indonesia mengalami peningkatan sebesar 50% sejak tahun 2000 hingga 2010 disertai dengan produksi minyak Indonesia yang terus turun menjadi hanya 861.000 barel per hari pada tahun 2012. Pada saat yang bersamaan cadangan minyak terbukti juga menurun dari 1,9 miliar barel sejak 1992.  Ironisnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber energi terbarukan yang melimpah. Sesuai data Kementerian ESDM, potensi energi mikrohidro Indonesia mencapai 450 MW, energi surya sebesar 4,8 KWh/m2/hari, dan biomassa sebesar 50 GW. Hal ini belum termasuk energi panas bumi melimpah yang ada di titik-titik gunung berapi Indonesia.  Lemahnya kemajuan dan alih teknologi di indonesia ditengarai menjadi penyebab energi-energi terbarukan belum bisa digarap secara optimal dan rendahnya pengembangan teknologi efisiensi bahan bakar.

Oleh sebab itu, Ikatan Mahasiswa Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia dengan menjunjung nilai tri dharma perguruan tinggi mengadakan sebuah acara yaitu lomba karya tulis dan essay  “Metallurgy & Material’s Week Paper Competition 2013 – Inovasi Material dan Teknologi untuk Sustainable Energy” sebagai wadah saling berdiskusi, bertukar ide, dan berkompetisi guna menjawab permasalahan energi Indonesia yang jawabannya akan muncul dari generasi muda penerus bangsa. Berbagai karya mahasiswa dan pelajar yang berisikan ide inovatif mengenai inovasi material dan teknologi yang menjawab krisis energi Indonesia akan ditampung dan dipresentasikan. Dengan berlangsungnya acara ini diharapkan dapat menambah wawasan dan kepedulian peserta terhadap isu ketahanan energi nasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s